Budidaya kambing
https://rimbakita.com/ternak-kambing/
Budidaya adalah kegiatan yang mengembangkan dan memanfaatkan sumber daya nabati dan dilakukan oleh manusia dengan memanfaatkan modal, teknologi, atau sumber daya lainnya supaya bisa menghasilkan produk barang yang mampu memenuhi kebutuhan manusia secara lebih baik.
Usaha beternak kambing adalah usaha peternakan, dan pengembangan kambing. Biasanya di seluma, orang mencari keuntungan dari peternakan ini lewat lebaran Idul Adha atau lebaran haji, karena banyak dicari. Beberapa "subspesies" kambing, seperti kambing etawa dicari susunya karena memang susu ini terasa enak.
Lokasi ternak kambing yang tepat
Pada dasarnya, kambing dan domba memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan sehingga usaha ternak bisa dilakukan di daerah pantai yang panas hingga daerah pegunungan yang dingin. Namun, Anda harus tahu, ada beberapa daerah tertentu yang dapat membuat pertumbuhan kambing optimal. Daerah yang ideal bagi kambing dan domba adalah daerah bertemperatur sekitar 25–30°C dengan tingkat kelembapan udara tidak begitu tinggi.
Di daerah dengan tingkat hujan yang tinggi kurang baik bagi kambing, walaupun daerah tersebut dapat menyediakan sumber pakan hijauan yang banyak. Intensitas hujan yang tinggi dapat menyebabkan tingkat kelembapan juga tinggi. Kondisi tersebut kurang baik karena bisa menyebabkan ternak mudah terserang penyakit, salah satunya flu.
Selanjutnya, ternak lebih mudah dilakukan pada lahan datar dibanding daerah miring seperti bukit. Anda juga harus memperhatikan sumber air yang digunakan untuk minum, membersihkan alat dan kandang, serta pengairan lahan kebun rumput. Air bersih yang mengalir dianggap lebih baik dan murah dibanding air tanah yang didapatkan dengan pompa.
Kiat menjaga ternak agar selalu fit
Penyakit menjadi rintangan yang bisa diminimalisir. Menjaga ternak selalu fit menjadi salah satu langkah penting mencegah penyakit. Kunci keberhasilan menjaga kesehatan ternak adalah kebersihan kandang dan suplai pakan.
Jumlah ternak jantan dan betina
Pada dasarnya, jumlah ternak jantan dan betina cukup bervariatif, bergantung pada cara perkawinan yang akan digunakan. Bila ingin menggunakan sistem perkawinan alami yang dilepas secara bebas di lapangan, perbandingan jantan dan betina yang digunakan adalah 1:10–20 ekor. Sistem kawin dituntun atau hand matting dapat menggunakan perbandingan jantan dengan betina 1:20 ekor.
Adapun sistem kawin suntik atau inseminasi buatan tidak memerlukan ternak jantan.
Dampak positif budidaya kambing:
1.Bisa di jual
2.Kotorannya bisa untuk menjadi pupuk
3.Bisa memproduksi daging secara langsung
4.Masa panen lebih cepat
5.Sangat mudah di pasarkan
6.Daging kambing yang sangat bergizi
7.Membuat lapangan pekerjaan
Dampak Negatif budidaya kambing:
1.Membuat lingkungan menjadi bau yang tidak sedap
2.Mencemarkan lingkungan
3.Dapat menimbulkan hama dan penyakit
https://rimbakita.com/ternak-kambing/


Komentar
Posting Komentar